Kabar Gunung Agung Terkini dipantau dari CCTV

Hai sobat Balipedia, kali ini mimin akan berikan kabar Gunung Agung terkini yang dipantau dari CCTV Bali Telkomsel. Biar kita semua pada tahu aktivitas dan situasi terkini dari Gunung paling tinggi di Bali ini.

Seperti diketahui, erupsi Gunung Agung terjadi tanggal 25 Nopember 2017 mengakibatkan status ditingkatkan ke level IV (awas). Bandara Ngurah Rai juga pernah ditutup hingga 4 hari. Saat mimin turunkan tulisan ini, secara visual Gunung Agung tampak tenang, namun didalamnya sering terjadi tremor overscale.

Sekilas Aktifitas Gunung Agung di akhir tahun 2017

Pada bulan September 2017, peningkatan aktivitas gemuruh dan seismik di sekitar gunung berapi menaikkan status normal menjadi waspada (level II) dan sekitar 122.500 orang dievakuasi dari rumah mereka di sekitar gunung berapi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeklarasikan zona eksklusi sepanjang 12 kilometer di sekitar gunung berapi tersebut pada tanggal 24 September.

Pada tanggal 18 September 2017, status Gunung Agung dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga (level III). Evakuasi berkumpul di balai olahraga dan bangunan masyarakat lainnya di sekitar Klungkung, Karangasem, Buleleng dan daerah lainnya. Stasiun pemantau tersebut berlokasi di Tembuku, Rendang, Kabupaten Karangasem, dimana intensitas dan frekuensi tremor dipantau untuk tanda-tanda letusan yang akan terjadi.

Pada tanggal 22 September 2017, status Gunung Agung dinaikkan dari Siaga menjadi Awas (level IV). Daerah tersebut mengalami 844 gempa vulkanik pada tanggal 25 September, dan 300 sampai 400 gempa bumi pada tengah hari pada tanggal 26 September. Ahli seismologi telah khawatir dengan kekuatan dan frekuensi insiden karena telah mengambil lebih sedikit gunung berapi serupa untuk meletus.

Pada akhir Oktober 2017, status diturunkan dari Awas menjadi Siaga. Aktivitas gunung berapi tersebut menurun secara signifikan, yang menyebabkan turunnya status darurat tertinggi pada tanggal 29 Oktober.

Ada letusan freatik kecil yang dilaporkan pada tanggal 21 November 2017, pukul 17.05 WITA dengan kolom abu vulkanik mencapai 3.842 meter (12.605 ft) di atas permukaan laut. Ribuan orang segera melarikan diri dari wilayah tersebut, dan lebih dari 29.000 pengungsi sementara dilaporkan tinggal di lebih dari 270 lokasi di dekatnya.

Sebuah erupsi magmatik dimulai pada hari Sabtu, 25 November 2017. Letusan dahsyat yang dihasilkan dilaporkan meningkat sekitar 1,5-4 km di atas kawah puncak, melayang ke arah selatan dan membersihkan daerah sekitar dengan lapisan gelap abu tipis, yang menyebabkan beberapa maskapai penerbangan membatalkan penerbangan menuju Australia dan Selandia Baru. Tingkat bahaya resmi tetap di 3, dengan penduduk disarankan untuk tinggal 7,5 km jauhnya dari kawah. Sejauh ini letusannya tampak moderat, dengan kemungkinan letusan lebih intensif dalam waktu dekat. Cahaya jingga kemudian diamati di sekitar kawah di malam hari, menunjukkan bahwa magma segar memang telah sampai ke permukaan. Pada tanggal 26 November 2017, pukul 23:37 WITA, sebuah letusan kedua terjadi. Ini adalah letusan kedua yang meletus dalam waktu kurang dari seminggu. (wikipedia)

Kabar Gunung Agung Terkini dipantau dari CCTV

Biar lebih update tentang kabar gunung Agung terkini, berikut CCTV Pemantauan Aktivitas Gunung Agung Bali. Lokasi CCTV berada di Site Bukit Asah Kabupaten Karangasem, BALI. Citra Gunung Agung akan terlihat cukup jelas pada rentang waktu pagi hingga sore hari (antara pukul 06:00 – 18:00 WITA) saat cuaca cerah.

VAR Gunung Agung Terkini

Kabar Gunung Agung Terkini
Kabar Gunung Agung Terkini
Bagikan Yuk:
Tolong vote bintang 5 dong
[Total: 0   Average: 0/5]
oleh Tim Balipedia
Tim Balipedia siap memberikan support & layanan terbaik untuk tamu yang ingin membeli tiket wisata Bali seperti Bali Safari, Bali Zoo, Watersport Tanjung Benoa, Ayung rafting, Telaga waja rafting, lihat dolphin Lovina, dan lainnya. Balipedia.ID merupakan Agen Penjualan Tiket Wisata Bali dan Sewa Mobil di Bali. Telp. 0361-7996369 / WA. 081339633454 / Email: info@balipedia.co.id

Tinggalkan komentar