6 Wisata Sejarah Islam di Pulau Bali

Helo sobat Balipedia. Pulau Bali sudah sangat terkenal dengan masyarakat yang mayoritas beragama Hindu. Untuk agama Islam sendiri, di Bali bisa terhitung hanya 13,37 persen saja. Namun bukan berarti golongan tersebut menjadi tidak akur dan memiliki kegiatan sendiri-sendiri. Di Pulau Bali, dua agama tersebut tetap mampu berbaur dan saling menghormati dengan nuansa toleransi yang indah.

Hal tersebut menjadi keunikan tersendiri bagi pengunjung wisatawan. Bagi wisatawan yang beragama Islam bisa mengunjungi beberapa tempat di Pulau Bali yang kental dengan keislamannya. Penasaran tempat mana saja yang memiliki sejarah Islam di Bali? Untuk menjawab rasa penasaran Anda, simak ulasan berikut ini.

Wisata Islam di Pulau Bali

Berwisata Ke Puja Mandala

Jika Anda mengunjungi Puja Mandala, Anda akan mendapati tempat dan suasana yang sangat indah. Di sini Anda akan mendapati kerukunan dan kedamaian. Anda akan tahu beberapa tempat ibadah umat Muslim, Hindu, Budha, Katolik, hingga kristen berjejer rapi dan berdampingan di sini.

Untuk Anda umat Islam, Anda bisa menemukan Al-Qur’an terbesar di Bali yang terdapat di komplek pusat pendidikan dan perpustakaan. Lokasi Puja Mandala ini terletak di Jalan Kuru Setra, Desa Bualu, Nusa Dua, Bali.

Mengunjungi tempat ini bisa membuat hati menjadi tenang dan tentram. Anda juga bisa melakukan ibadah sesuai dengan agama Anda tanpa merasa khawatir akibat adanya agama penganut lain.

Menikmati Keindahan Desa Candi Kuning Bedugul

Masyarakat Bali umumnya memiliki tempat ibadah yang dijadikan tempat suci yaitu berupa pura. Berbeda dengan tempat yang berada di daerah Bedugul ini, terdapat sebuah candi kuning. Sebuah candi yang merupakan tempat keseharian muslim kuno di Desa Candi Kuning.

Ketika Anda mengunjungi tempat ini, Anda bisa menikmati keindahan panorama yang cantik, suasananya yang asri, serta masyarakat yang ramah. Anda akan merasa betah tinggal di sini.

Menemukan Makanan di Bali yang Lezat Serta Halal

Pulau Bali memang menjadi pusat wisata bagi wisatawan lokal, nasional, hingga internasional. Sehingga tidak heran jika Anda yang beraga Islam merasa ragu apakah makanan yang hendak Anda makan halal ataukah tidak.

Namun tenang, di Bali sudah sangat terkenal dengan masakan khasnya yang menjadi andalan yaitu nasi bali dilengkapi dengan ayam serta bumbu khas, sate lilit, telur, urap, serta dilengkapi dengan sambal matah.

Makanan khas Bali tersebut sudah dijamin halal dan Anda tidak perlu ragu lagi. Anda bisa mengunjungi tempat makanan seperi Ayam Kedewatan Ibu Mangku yang berlokasi di Ubud, Warung Nasi Ayam Bu Oki yang berlokasi di Uluwatu, Jimbaran, Bali, atau jika Anda menyukai seafood maka Anda bisa mengunjungi menu makanan di Warung Mak Beng yang berlokasi di Sanur. Dijamin halal.

Mengunjungi Kampung Gelgel

Di kampung Gelgel Anda bisa menemukan sebuah masjid tertua yang ada di Bali. Masjid tersebut yaitu Masjid Nurul Huda. Anda bisa melihat keunikan dari masjid ini dengan bentuk yang masih sama seperti pertama kali dibangun, hanya saja mengalami renovasi di beberapa bagian masjid.

Anda bisa menemukan mimbar tertua dengan kualitas kayu yang sangat kuat bahkan mampu bertahan hingga bertahun-tahun lamanya. Anda juga bisa menikmati keindahan menara tua yang masih saja tegak berdiri tegak dan memiliki tinggi 17 meter.

Sangat cocok jika Anda ingin menikmati dan mengetahui sejarah peradaban Islam di Bali. Pengunjung Kampung Gelgel juga bisa melihat pertunjukan Tari Rudat yang menggambarkan sebuah cerita kedekatan Raja dengan prajuritnya. Cerita ini sangat lekat sekali dengan sejarah keberadaan umat Islam saat pertama kali tersebar di Pulau Bali.

Persaudaraan di Desa Pengayaman

Di Desa Pengayaman, Sukasada, Buleleng, Bali banyak sekali aktivitas serta tradisi menarik khas umat Islam. Ketika Anda mengunjungi tempat ini, Anda akan mendapati sebuah komunitas yang bernama Nyama Selam. Nyama Selam artinya adalah orang-orang beragama Islam yang tetap menjalan tradisi di Pulau Bali. Anda bisa merasakan kerukunan agama Islam di desa ini sembari berjalan-jalan.

Anda juga bisa melakukan ibadah di Masjid Safinatussalam yang merupakan masjid tertua yang ada di desa ini. Anda bisa menemukan beberapa anak panti yang berada di sekitar desa Pengayaman, jadi selain bisa berjalan-jalan maka Anda juga bisa melakukan amal dengan anak-anak panti.

Jalan-jalan Ke Kampung Loloan, Jembrana

Kampung Loloan berlokasi 90 km dari kota Denpasar. Penduduk kampung Loloan kebanyakan berprofesi sebagai pedagang dan nelayan. Kampung ini sudah sangat terkenal sejak lama sebagai kampung yang memiliki agama Islam terbesar di Kabupaten Jembrana, Bali. Ketika mengunjungi tempat ini, Anda akan tau sejarah tentang asal agama Islam yang dibawa oleh tokoh Bugis dan Melayu.

Demikian beberapa rekomendasi tempat wisata di Bali yang memiliki sejarah Islam yang sangat kental. Meskipun mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, namun bukan berarti sebagai orang yang beragama Islam harus menjaga jarak disini, karena masih terdapat beberapa wilayah yang menjunjung agama Islam dan bisa Anda kunjungi sembari menikmati panorama alam Bali.

Bagikan Yuk:
Tolong vote bintang 5 dong
oleh Luh Suarning
Luh Suarning, admin sekaligus penulis di web Balipedia.iD - Agen resmi penjualan tiket wisata di Bali. Perempuan asli Bali, cantik, dan supel.

2 pemikiran pada “6 Wisata Sejarah Islam di Pulau Bali”

Tinggalkan komentar