Hindari Waktu-Waktu Ini Supaya Liburan di Bali Tidak Mengecewakan

Ketika merencanakan liburan, tentu hal yang dipersiapkan bukan hanya menyangkut tentang barang-barang apa saja yang dibawa, melainkan juga mampu merencanakan waktu yang tepat. Ya, tentu saja hal ini harus dilakukan dengan memperhatikan tempat tujuan wisata. Apalagi destinasi tujuan wisata masih berada di dalam negeri. Tentu acuannya adalah prakiraan cuaca yang akan terjadi.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi cuaca pada hari-hari tertentu akan sangat berpengaruh. Salah satunya adalah saat melaksanakan liburan. Tentu saja semua orang ingin liburan nya penuh kesan, bukan malah keluar dari ekspektasi dan hal-hal yang sudah direncanakan sebelumnya. Oleh sebab itu, sebagai wisatawan yang cerdas, perlu kembali mengecek kalender guna menentukan waktu yang pas.

Salah satu destinasi wisata dengan kunjungan yang banyak adalah Bali. Nah, meski punya rencana yang mantap untuk berlibur ke pulau dewata, jangan sampai keliru menentukan waktu yang tepat. Apalagi destinasi wisata yang dituju bukan hanya satu, pastikan  bahwa kemungkinannya untuk keluar dari prakiraan minim. Hal ini bisa dicocokkan dengan lokasi dan juga kondisi cuaca dan kunjungan.

Waktu-Waktu yang Perlu Dihindarkan Ketika Liburan di Bali

Kunjungan yang Ramai

Bali memang selalu ramai. Namun perlu diketahui bahwa ada bulan-bulan tertentu yang membuat Bali sangat ramai. Bagi siapa saja yang ingin merasakan nikmat dan suasana bali yang sesungguhnya tentu tidak boleh merencanakan liburan di saat-saat Bali sedang ramai. Untuk itu, dianjurkan untuk memilih waktu di luar itu. Adapun waktu-waktu dimana Bali ramai ialah pada bulan Juli, Agustus dan akhir tahun.

Bahkan bukan hanya itu saja, biasanya Bali juga akan ramai ketika musim libur sekolah tiba yaitu Juni hingga Juli. Saat kunjungan ramai, otomatis berbagai biaya akomodasi akan lebih mahal jika dibandingkan dengan yang biasanya. Untuk itu, perlu dipikirkan kembali tentang kunjungan di waktu-waktu ramai.

Saat berkunjung ke Bali, harapannya tentulah bisa mendapatkan biaya akomodasi yang ringan di kantong dan nuansa Bali yang diinginkan bisa didapatkan. namun ketika kondisinya ramai, bukan hanya biaya saja yang membengkak melainkan kesan dan kenikmatan destinasi wisata yang dikunjungi akan berkurang.

Menghindari Musim Penghujan

Selanjutnya adalah menghindarkan dari musim penghujan. Tentu saja ketika berlibur ke Bali, banyak kegiatan yang didominasi di luar ruangan atau outdoor. Untuk itulah perlu diperhatikan apakah bulan yang dipilih adalah bulan bebas hujan atau tidak. Hal ini tentu sangat bermanfaat untuk diketahui bagi mereka yang merencanakan liburan dengan aktifitas luar ruangan seperti tracking, snorkeling, dan jalan-jalan.

Untuk itu, dianjurkan untuk berlibur pada bulan Mei hingga Oktober. Pada bulan tersebut, Bali sedang berada pada musim kemarau.  Dengan kondisi demikian, tentu saja akan lebih mudah dalam melakukan kegiatan luar ruangan. Tidak takut basah dan terkendala cuaca. Adapun suhu pada bulan tersebut adalah 13 hingga 31 derajat Celcius sehingga termasuk kering dan cocok untuk kegiatan luar ruangan.

Bulan Paling Seru untuk Liburan di Bali

Antara Bulan Mei Hingga Oktober

Adapun rentang bulan yang pertama ialah Mei hingga Oktober. Kondisi Indonesia yang beriklim tropis tentu membuat pada bulan-bulan selain Mei hingga Oktober adalah musim penghujan. Oleh sebab itu, akan banyak kegiatan wisata luar ruangan yang lebih cocok dilakukan pada rentan Mei hingga Oktober karena pada bulan itu adalah musim kemarau.

Ketika berlibur pada musim kemarau, maka kegiatan outdoor tidak akan terhambat. Dengan kata lain, bebas mengeksplorasi apa saja. Apalagi kegiatan wisata yang ada di Bali akan lebih banyak didominasi oleh kegiatan wisata yang letaknya di luar ruangan.  

November hingga April

Berikutnya adalah November hingga April. Bagi sebagian besar wisatawan, berselancar adalah salah satu kegiatan penting ketika berlibur di Bali. Nah, rekomendasi terbaik waktu yang pas untuk itu adalah para rentang November hingga April. Pola gelombang laut di Bali tentu akan berbeda-beda. Jadi, harus menemukan yang pas.

Adapun kawasan yang cocok diburu pada bulan tersebut adalah kawasan pantai timur Bali. Beberapa pantai yang bisa dicoba seperti Pantai Mendira, Pantai Bugbug, pantai Mendira dan masih banyak lagi. Pada bulan yang bulan yang sudah disebutkan di atas, gelombang laut memang sedang besar-besarnya. Jadi akan cocok bagi mereka yang sudah profesional dalam berselancar.

April hingga Oktober

Berikutnya adalah April hingga Oktober. Jika pada pembahasan sebelumnya cocok berselancar pada bagian pantai Timur Bali, maka pada bulan April hingga Oktober lebih cocok untuk berselancar di pantai Barat. Adapun jenis gelombang pada bulan-bulan ini cocok bagi mereka yang punya kemampuan berselancar menengah hingga lanjutan.

Adapun beberapa pantai yang bisa dipilih seperti pantai Baluk Rening dan juga Pantai Medewi. Kedua pantai tersebut sangat potensial dijadikan tempat berselancar yang cocok pada April hingga Oktober. Pada bulan tersebut akan berhembus angin besar yang kemudian menciptakan ombak bagi para peselancar. Kegiatan wisata berselancar tentu akan sangat cocok pada bulan ini di bagian pantai Barat Bali.

Tahukah Anda? sepanjang bulan April hingga Oktober, di pantai barat Bali akan berhembus angin besar untuk membuat gelombang laut berukuran sedang. Nah, gelombang ini cocok bagi Anda peselancar menengah dan lanjutan.

Jadi, jika Anda ingin mengasah kemampuan berselancar Anda sebelum ke jenjang profesional, tak ada salahnya bagi Anda untuk berkunjung ke kawasan pantai barat Bali sepanjang bulan April hingga Oktober.

Bagi pemula, coba baca Tips Liburan di Bali ala pemula

Bagikan Yuk:
Tolong vote bintang 5 dong
[Total: 0   Average: 0/5]
oleh Luh Suarning
Luh Suarning, admin sekaligus penulis di web Balipedia.iD - Agen resmi penjualan tiket wisata di Bali. Perempuan asli Bali, cantik, dan supel.

Tinggalkan komentar